semenjak ku mengenal mu....
aku merasa sangat dekat dengan langit
Rabu, 26 Oktober 2011
Jumat, 21 Oktober 2011
nasib cinta kita
kasih yg tumbuh rindang...
seakan takkan pernah tumbang...
dikelilingi rerumputan riang...
yang kini tlah hilang...
teriup angin kesana kemari...
mnggoyahkan akar yang tersusun rapi...
meski sang mentari masih menyinari...
namun kini semuanya takkan terlihat lagi...
nasib cinta kita bagaikan asap yang melayang keudara....
terbakar dari api amarah yang terasa....
menanti hujan yang kan memadamkan nya....
namun mendungpun tak kunjung tiba...
awal yang bahagia berakhir duka....
hanya bisa berharap di ujung jalan sana.....
masih ada sisa-sisa bahagia...
semoga.....
seakan takkan pernah tumbang...
dikelilingi rerumputan riang...
yang kini tlah hilang...
teriup angin kesana kemari...
mnggoyahkan akar yang tersusun rapi...
meski sang mentari masih menyinari...
namun kini semuanya takkan terlihat lagi...
nasib cinta kita bagaikan asap yang melayang keudara....
terbakar dari api amarah yang terasa....
menanti hujan yang kan memadamkan nya....
namun mendungpun tak kunjung tiba...
awal yang bahagia berakhir duka....
hanya bisa berharap di ujung jalan sana.....
masih ada sisa-sisa bahagia...
semoga.....
Kamis, 20 Oktober 2011
curhat
pada satu dunia di dua tempat yang berbeda....
dan rindu ini masih ada...
aku yang ingin berkata...
namun ku tak bisa...
di keheningan malam kedua kelopak mata ku masih terbuka...
remuknya rasa dalam dada...
membuat fikiran tak berarah...
sungguh ku tersiksa...
aku benci saat begini...
ingin ku berlari dari kenyataan ini...
namun melangkahpun ku masih tertatih...
ku tk sanggup lagi...
berharap angin malam dapat menyejukkan...
namun ku semakin tertekan...
tuhan apakah ini pilihan yg ku dapatkan...
ku mohon tolong kuatkan...
dan rindu ini masih ada...
aku yang ingin berkata...
namun ku tak bisa...
di keheningan malam kedua kelopak mata ku masih terbuka...
remuknya rasa dalam dada...
membuat fikiran tak berarah...
sungguh ku tersiksa...
aku benci saat begini...
ingin ku berlari dari kenyataan ini...
namun melangkahpun ku masih tertatih...
ku tk sanggup lagi...
berharap angin malam dapat menyejukkan...
namun ku semakin tertekan...
tuhan apakah ini pilihan yg ku dapatkan...
ku mohon tolong kuatkan...
Langganan:
Postingan (Atom)